hari ini ada pelatihan kader posyandu lansia. dalam rangka merintis kembali pelaksanaan posyandu, so kader-kadernya mesti kembali dilatih dan diberi penyuluhan. Harapan nya nanti walaupun saya dan teman-teman sudah tak mendampingi lagi, posyandu lansia yang dibentuk tidak mati suri, tetap berjalan dengan sumber daya kader-kader yang sudah kami latih....yah..semangaattt..
tak mudah ternyata menggerakkan masyarakat untuk turut peduli pada lansia, aihhh..padahal di dusun binaan tempat saya praktek ini terdapat banyak lansia, kesejahteraan mereka kan hal penting yang harus di perhatikan...
hari ini pelatihan cara pengukuran tekanan darah dan nadi, pengukuran ini susah susah gampang sii..tapi kalau sudah terbiasa pasti bisa..
MENGUKUR
TEKANAN DARAH
Tekanan darah adalah tekanan pada
dinding pembuluh darah pada saat jantung memompa (systole), dan pada saat jantung relaksasi/istirahat (diastole).
Persiapan alat:
1.
Sebuah
tensi meter lengkap (manometer, manset, pompa/balon)
2.
Stetoskop
Cara Kerja:
1. Lansia
diberitahu yang akan dikerjakan dan tujuan
2. Lansia
dipersilahkan duduk atau tiduran
3. Dekatkan
alat disamping lansia
4. Lengan
pakaian lansia disingsingkan
5. Pasang
manset pada lengan atas lansia, dengan cara dililitkan di lengan
6. Kader
memasang stetoskop di telinga.
7. Raba
denyut nadi lansia pada daerah 1-2 cm diatas lekukan tangan atas bagian
dalam (sisi lengan yang dekat dengan badan)
8. bila
sudah teraba, kencangkan sekrub pada balon dengan memutar searah jarum jam
9. Pompa
tensimeter sampai denyutan nadi tidak teraba lagi, tambahkan pompa 10-20 mmHg
10. Pasang
ujung stetoskop yang seperti gendang (diafragma) pada daerah yang tadi teraba
denyutan. Kendorkan sekrub pada balon perlahan-lahan dengan memutar berlawanan
dengan arah jarum jam
11. Dengarkan
stetoskop, mata tertuju pada manometer. Denyutan pertama didengar adalah
systole. Lihat pada manometer pada angka berapa? Misalnya di 120 mmHG
12. Sekrub
terus dikendorkan pelan-pelan sampai denyutan tidak terdengat, lihat angka
berapa denyutan hilang (dyastole)? Misalnya
di 80mmHg
13. Bila
seudah selesai, manset dilepas, stetoskop dilepas, alat-alat dibereskan, catat
hasil pengukuran. Misalnya :TD = 120/80 mmHg
14. Lengan
pakaian lansia dirapikan, kemudian diberitahu hasil pengukuran, dan lansia
dipersilahkan melanjutkan pemeriksaan yang lain.
15. Catatan
: Jika kader ragu terhadap hasil
pengukuran, pengukuran bisa diulang. Istirahatkan lengan lansia sekitar 30
detik terlebih dahulu supaya peredaran darahnya kembali seperti semula dulu. Kemudian
dapat kembali diukur tekanan darahnya.
No comments:
Post a Comment