Wednesday, January 2, 2013

pengukuran tekanan darah

setelah masa berkabung, akhirnya hari ini sedikit cerah walaupun suasana hati masih saja sendu. tapi ternyata tugas-tugas di lapangan mampu mengalihkan.. ^^_^
hari ini ada pelatihan kader posyandu lansia. dalam rangka merintis kembali pelaksanaan posyandu, so kader-kadernya mesti kembali dilatih dan diberi penyuluhan. Harapan nya nanti walaupun saya dan teman-teman sudah tak mendampingi lagi, posyandu lansia yang dibentuk tidak mati suri, tetap berjalan dengan sumber daya kader-kader yang sudah kami latih....yah..semangaattt..
tak mudah ternyata menggerakkan masyarakat untuk turut peduli pada lansia, aihhh..padahal di dusun binaan tempat saya praktek ini terdapat banyak lansia, kesejahteraan mereka kan hal penting yang harus di perhatikan...
hari ini pelatihan cara pengukuran tekanan darah dan nadi, pengukuran ini susah susah gampang sii..tapi kalau sudah terbiasa pasti bisa..



MENGUKUR TEKANAN DARAH
Tekanan darah adalah tekanan pada dinding pembuluh darah pada saat jantung memompa (systole), dan pada saat jantung relaksasi/istirahat (diastole).
Persiapan alat:
1.      Sebuah tensi meter lengkap (manometer, manset, pompa/balon)
2.      Stetoskop
Cara Kerja:
1.      Lansia diberitahu yang akan dikerjakan dan tujuan
2.      Lansia dipersilahkan duduk atau tiduran
3.      Dekatkan alat disamping lansia
4.      Lengan pakaian lansia disingsingkan
5.      Pasang manset pada lengan atas lansia, dengan cara dililitkan di lengan
6.      Kader memasang stetoskop di telinga.
7.      Raba denyut nadi lansia pada daerah 1-2 cm diatas lekukan tangan atas bagian dalam  (sisi lengan yang dekat dengan badan)
8.      bila sudah teraba, kencangkan sekrub pada balon dengan memutar searah jarum jam
9.      Pompa tensimeter sampai denyutan nadi tidak teraba lagi, tambahkan pompa 10-20 mmHg
10.  Pasang ujung stetoskop yang seperti gendang (diafragma) pada daerah yang tadi teraba denyutan. Kendorkan sekrub pada balon perlahan-lahan dengan memutar berlawanan dengan arah jarum jam
11.  Dengarkan stetoskop, mata tertuju pada manometer. Denyutan pertama didengar adalah systole. Lihat pada manometer pada angka berapa? Misalnya di 120 mmHG
12.  Sekrub terus dikendorkan pelan-pelan sampai denyutan tidak terdengat, lihat angka berapa denyutan hilang  (dyastole)? Misalnya di 80mmHg
13.  Bila seudah selesai, manset dilepas, stetoskop dilepas, alat-alat dibereskan, catat hasil pengukuran. Misalnya :TD = 120/80 mmHg
14.  Lengan pakaian lansia dirapikan, kemudian diberitahu hasil pengukuran, dan lansia dipersilahkan melanjutkan pemeriksaan yang lain.
15.  Catatan : Jika kader ragu terhadap hasil pengukuran, pengukuran bisa diulang. Istirahatkan lengan lansia sekitar 30 detik terlebih dahulu supaya peredaran darahnya kembali seperti semula dulu. Kemudian dapat kembali diukur tekanan darahnya.

No comments:

Post a Comment