krik...krik...mungkin semacam itu lah suasana garing, sunyi senyap yang sedang kami rasakan saat itu. sesekali seakan serentak menatap kearah jam dinding.
"wah..sudah hampir setengah jam tapi baru dua orang yang datang..."undangannya nyampe semuanya kan??" salah satu teman yang mulai nampak gelisah mengoreksi ketepatan undangan. jangan-jangan undangan tidak sampai pada yang dituju, tapi temanku yang diamanahi penyebaran undangan mantap semua undangan sudah tersebar.
what ??satu jam??dan itu tergolong biasa?.. hal itu seperti sebuah kesepakatan dalam diam untuk membudayakan datang telat bersama.
Seharusnya datang tepat waktu seperti jadwal yang tertera dalam undangan, tapi kerna faktor "biasanya" jadwal jadi mundur satu jam.
:a: saya langsung teringat sebaris kata-kata yang ditempel di papan apotik,eits... bukan papan sih..tapi pada cermin pembatas pemberian obat di apotik. sayangnya tulisan yang sarat makna itu ditempel di area paling atas, sehingga rasanya akan sangat jarang orang memperhatikan sebaris kata-kata emas itu.
ini menjadi cambuk untuk koreksi pribadiku sendiri, misalnya dosen yang sering datang telat itu dapat menularkan keterlambatan pada mahasiswa, sehingga mahasiswa juga sering datang telat, alih-alih dengan alibi "biasanya juga dosennya itu telat"
datang telat itu sifatnya menular, yang awalnya amat tepat waktu berangsur tidak konsisten dan berubah mentolerir ketidaktepatan. so..hal ini menjadi kesalahan yang dimaklumi. :n:
ini pembelajaran bagi saya yang memang sedikit tidak sabaran dalam menanti, mungkin pernah di suatu waktu saya pernah telat sehingga banyak yang tertular penyakit telat saya. ini pembelajaran berarti untuk pribadi sendiri agar tindakan yang dilakukan "biasanya" itu berubah menjadi "seharusnya"... :l: :(
#koreksi diri di akhir tahun, 28 desember 2012
persiapan MMD II..rapat bareng anak-anak komunitas
"wah..sudah hampir setengah jam tapi baru dua orang yang datang..."undangannya nyampe semuanya kan??" salah satu teman yang mulai nampak gelisah mengoreksi ketepatan undangan. jangan-jangan undangan tidak sampai pada yang dituju, tapi temanku yang diamanahi penyebaran undangan mantap semua undangan sudah tersebar.
"biasanya itu kalo ngumpul ya emang telat mba'...bahkan biasanya itu satu jam dari jadwal baru pada dateng mb'.."kata pak dukuh
what ??satu jam??dan itu tergolong biasa?.. hal itu seperti sebuah kesepakatan dalam diam untuk membudayakan datang telat bersama.
Seharusnya datang tepat waktu seperti jadwal yang tertera dalam undangan, tapi kerna faktor "biasanya" jadwal jadi mundur satu jam.
:a: saya langsung teringat sebaris kata-kata yang ditempel di papan apotik,eits... bukan papan sih..tapi pada cermin pembatas pemberian obat di apotik. sayangnya tulisan yang sarat makna itu ditempel di area paling atas, sehingga rasanya akan sangat jarang orang memperhatikan sebaris kata-kata emas itu.
lakukan yang seharusnya bukan yang biasanya...
ini menjadi cambuk untuk koreksi pribadiku sendiri, misalnya dosen yang sering datang telat itu dapat menularkan keterlambatan pada mahasiswa, sehingga mahasiswa juga sering datang telat, alih-alih dengan alibi "biasanya juga dosennya itu telat"
datang telat itu sifatnya menular, yang awalnya amat tepat waktu berangsur tidak konsisten dan berubah mentolerir ketidaktepatan. so..hal ini menjadi kesalahan yang dimaklumi. :n:
ini pembelajaran bagi saya yang memang sedikit tidak sabaran dalam menanti, mungkin pernah di suatu waktu saya pernah telat sehingga banyak yang tertular penyakit telat saya. ini pembelajaran berarti untuk pribadi sendiri agar tindakan yang dilakukan "biasanya" itu berubah menjadi "seharusnya"... :l: :(
#koreksi diri di akhir tahun, 28 desember 2012
persiapan MMD II..rapat bareng anak-anak komunitas

No comments:
Post a Comment